Studi baru Nature Geoscience melaporkan bahwa Bumi, yang kaya oksigen di atmosfer, hanya dapat bertahan dan mempertahankan kehidupan selama sekitar satu miliar tahun. Seiring bertambahnya usia Matahari, yang membuatnya semakin bersinar, Bumi akan menerima lebih banyak energi di masa depan.
Nah, peningkatan energi ini akan mempercepat pelapukan batuan silikat seperti basal dan granit di permukaan planet satu-satunya yang bisa dihuni manusia. Ketika batuan tersebut mengalami perubahan iklim, maka gas rumah kaca karbon dioksida ditarik keluar dari atmosfer melalui reaksi kimia yang terkunci dalam mineral karbonat.
Secara teori, Bumi akan mulai mendingin saat tingkat karbon dioksida turun. Namun, dalam kurun waktu dua miliar tahun efek ini akan tergantikan oleh Matahari yang terus memancarkan sinarnya, seperti dikutip dari situs Space, Senin 8 Maret 2021.
Air dan karbondioksida merupakan bahan utama yang dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Namun, kemungkinan besar fotosintesis tidak akan berhasil pada banyak tumbuhan, dan bahkan dapat menyebabkannya mati pada saat itu.
Meski begitu, berkurangnya fotosintesis akan menyebabkan produksi oksigen berkurang, sehingga lambat laun konsentrasi oksigen di atmosfer akan turun dan menimbulkan krisis bagi kehidupan lain di masa depan.
Para peneliti di Jepang dan Amerika Serikat (AS) menggunakan simulasi komputer untuk memodelkan evolusi masa depan dari siklus karbon, oksigen, fosfor, dan belerang di permukaan bumi. Mereka juga mempertimbangkan evolusi iklim dan bagaimana permukaan bumi berinteraksi dengan interior planet atau mantel bumi.
Mereka memodelkan dua skenario, yaitu planet mirip Bumi dengan biosfer aktif dan planet tanpa biosfer aktif. Menariknya, kedua skenario tersebut menghasilkan hasil yang sangat mirip, di mana kadar oksigen akan turun drastis dalam miliar tahun mendatang.
Penemuan ini menunjukkan bahwa meskipun pengurangan tingkat karbon dioksida dan fotosintesis tanaman mempengaruhi tingkat oksigen, efek dari proses ini adalah interaksi jangka panjang kedua antara mantel dan lingkungan permukaan bumi.
Keseimbangan antara geokimia yang memasuki mantel bumi selama subduksi dan gas yang dipancarkan dari mantel melalui gunung berapi kemungkinan besar akan memengaruhi berapa lama atmosfer bum
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online
i akan tetap kaya oksigen.


0 Komentar