Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Indonesia pada Februari 2021 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski begitu, dibanding Februari 2020 masih meningkat.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan ekspor hingga akhir bulan lalu sebesar US $ 15,27 miliar, turun 0,19 persen dibandingkan rekor Januari 2021 sebesar US $ 15,29 miliar. Sedangkan dibandingkan Februari 2020 meningkat 8,56 persen.
Penurunan ekspor dari Februari hingga Januari ini karena ekspor migas turun 2,63 persen, sedangkan ekspor nonmigas turun sangat tipis 0,04 persen, ”ujarnya saat jumpa pers, Senin, 15 Maret 2021. .
Menurut sektornya, ekspor bulan ini hanya meningkat dari hasil industri manufaktur. Di bulan itu, nilainya mencapai US $ 12,15 miliar, naik 1,38 persen secara bulanan dan naik 9 persen secara tahunan.
"Ekspor meningkat pada baja, bahan kimia dasar organik dari minyak bumi, kendaraan bermotor roda empat, logam dasar mulia, dan bahan kimia dasar organik dari hasil pertanian," ujarnya.
Sedangkan untuk sektor pertanian nilainya US $ 860 juta. Nilai ekspor ini turun 2,63 persen jika dibandingkan dengan Januari 2021. Sedangkan dibandingkan Februari 2020 meningkat 6,9 persen.
“Menurut sektor pertanian yang mengalami penurunan adalah sarang burung, kopi, ikan segar atau ikan tangkap dingin, mutiara budidaya. Namun dari tahun ke tahun pertumbuhannya meliputi tanaman obat dan rempah aromatik,” ujarnya.
Sedangkan ekspor dari sektor pertambangan dan lainnya turun 6,71 persen dibanding bulan lalu, sedangkan dibandingkan periode yang sama tahun lalu masih naik 7,53 persen.
“Pertambangan turun 6,71 persen karena penurunan ekspor bijih tembaga, lignit, bijih besi, dan bijih seng. Namun komoditas seperti bijih tembaga, lignit, dan batu bara masih meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online


0 Komentar