Sumber : Istimewa
Seorang perempuan muda ditembak peluru tajam tepat di bagian kepala ketika aparat keamanan merangsek maju ke barisan demonstran Myanmar.
Ma Kyal Sin, seorang perempuan berusia 19 tahun yang menyukai seni bela diri taekwondo itu, harus meregang nyawa di tangan militer Myanmar setelah peluru tajam bersarang di kepalanya. Kyal Sin merupakan satu dari jutaan generasi muda yang turun ke jalan untuk menolak rezim militer di Myanmar.
Perempuan dengan nama adopsi Angel ini menjadi simbol revolusi kaum muda. Betapa tidak, potret perjuangannya mengenakan kaos hitam bertuliskan “Everything Will be Ok” viral di media sosial. Angel juga membawa botol Coca-Cola di tangannya untuk menolong demonstran lain yang pandangannya terganggu akibat gas air mata.
Bahkan dia sudah mempersiapkan kematiannya: dia meninggalkan catatan golongan darah, kontak nomor, dan menulis wasiat agar organ tubuhnya didonasikan jika ia tewas.
Teman Angel, Myat Thu, yang bersamanya saat demonstrasi, menyebutnya sebagai perempuan pemberani yang menendang pipa air hingga terbuka sehingga pengunjuk rasa dapat membasuh mata mereka dari gas air mata. Angel juga yang melemparkan balik tabung gas air mata ke arah polisi.
"Ketika polisi melepaskan tembakan, dia mengatakan kepada saya 'Duduk! Duduk! Kamu akan kena peluru," ungkap Myat Thu, dikutip dari Reuters, 5 Maret 2021.
Myat Thu mengenal Angel di kelas taekwondo. Angel merupakan seorang ahli seni bela diri serta seorang penari di DA-Star Dance Club Mandalay, dan baru saja mengunggah video gerakan tari terbarunya di Facebook.
Kyal Sin juga dengan bangga memamerkan hak politik perdananya pada 8 November, dengan mengunggah foto dirinya mencium jarinya yang bertinta ungu.
"Suara pertama saya, dari lubuk hati saya," tulisnya menyertai unggahan foto tersebut.
"Saya melakukan tugas saya untuk negara saya." tambahnya.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online


0 Komentar