Xiaomi dan amerika akhirnya rujuk

 

Awal tahun ini, pabrikan China Xiaomi menerima larangan dari perintah eksekutif dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat atas tuduhan "Perusahaan Militer Komunis China". Peraturan ini diterbitkan pada hari-hari terakhir pemerintahan Donald Trump.


Larangan itu mencegah perusahaan AS berinvestasi di Xiaomi dan menimbulkan kekhawatiran jika tindakan yang lebih keras diambil, seperti yang terjadi pada Huawei.


Kini Xiaomi bisa bernafas lega, karena Pengadilan Distrik AS di Distrik Columbia telah mencabut pembatasan investasi perusahaan AS untuk Xiaomi, demikian menurut situs GSM Arena, dikutip Selasa, 16 Maret 2021.


Hakim Distrik AS Rudolph Contreras meragukan bahwa perusahaan sipil China seperti Xiaomi menjadi ancaman langsung bagi keamanan nasional negara Paman Sam. Tidak ada bukti bahwa Xiaomi membagikan informasi kepada pemerintah China.


Dalam pernyataan resmi, Xiaomi menyatakan akan terus meminta pencabutan gelar 'Perusahaan Militer China Komunis'. Perusahaan juga menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja dengan mitra global guna membantu menghadirkan teknologi inovatif kepada lebih banyak pengguna di seluruh dunia.


"Xiaomi dengan senang hati mengumumkan bahwa Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia menghapus pembatasan orang AS yang membeli sekuritas perusahaan," kata juru bicara Xiaomi.


Mereka menegaskan kembali bahwa Xiaomi adalah perusahaan yang diperdagangkan dan dikelola secara independen yang menawarkan produk elektronik konsumen hanya untuk penggunaan sipil.


Perusahaan akan terus meminta pengadilan untuk menghapus perintah tersebut secara permanen. Selama bertahun-tahun Xiaomi telah menawarkan produk elektronik konsumen, seperti smartphone dan smart TV.

Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

Posting Komentar

0 Komentar