Dampak Buruk Ganja Pada Otak

 

Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock

Gila Kiu - Ganja merupakan tumbuhan yang termasuk dalam kategori narkoba dan obat terlarang. Jika seseorang mengkonsumsinya, maka dapat terkena jeratan hukum karena melanggar hukum. Cukup banyak seniman yang ketahuan menggunakan tanaman ini dengan nama lain, Cannabis sativa.

Seseorang yang menggunakan mariyuana dapat mengalami delusi yang merupakan efek kandungan THC dari menghirup asap saat terbakar. Namun, tahukah Anda bahwa ganja bisa berdampak negatif bagi otak? Apalagi jika tanaman ini dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Berikut adalah pembahasan lengkap tentang efek penggunaan mariyuana pada otak!

Efek buruk ganja pada otak

Ganja merupakan tanaman yang dilarang dikonsumsi di Indonesia namun dilegalkan di beberapa negara lain. Di negara lain, ganja juga digunakan untuk mengobati penyakit tertentu.

Mariyuana, atau ganja, mengandung senyawa yang dapat menyebabkan perubahan pikiran karena dapat mempengaruhi otak dan tubuh. Ini bisa membuat Anda berhalusinasi bahagia. Selain itu dapat pula terjadi kecanduan yang dapat merusak kesehatan otak terutama dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa efek ganja bagi otak:

  1. Psikosis 

Salah satu efek negatif ganja pada otak adalah psikosis. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kesulitan membedakan antara kenyataan dan halusinasi. Salah satu gangguan jiwa psikotik yang paling umum adalah skizofrenia. Ini ditunjukkan dalam jurnal Biological Psychiatry yang menemukan bahwa pengguna ganja berisiko lebih tinggi mengalami gangguan psikotik.

  1. IQ menurun 

Seorang remaja yang sering menghisap mariyuana juga lebih mungkin mengalami penurunan IQ ketika mereka usianya lebih tua. Satu studi menemukan bahwa remaja yang merokok ganja setidaknya empat kali seminggu mengalami penurunan IQ 8 poin beberapa tahun kemudian. Belum diketahui apa efek ganja pada otak, tetapi kemungkinan bahan kimia di dalamnya akan masuk ke otak.

  1. Perubahan ukuran otak 

Anda juga bisa mengalami perubahan ukuran otak akibat menggunakan ganja. Jurnal yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menyatakan bahwa seseorang yang menghisap mariyuana setiap hari selama kurang lebih empat tahun memiliki korteks orbitofrontal yang lebih kecil. Diyakini bahwa ini karena kecanduan yang muncul. Studi tersebut juga menemukan bahwa otak orang yang secara kronis kecanduan ganja memiliki konektivitas yang lebih besar. Ini dapat merujuk pada seberapa baik informasi dapat bergerak di antara berbagai bagian otak. 

Tidak pasti mengapa hal ini dapat menyebabkan perubahan otak seperti ini, tetapi diyakini ada hubungannya dengan tingkat THC, yang merupakan unsur psikoaktif ganja. Kadar THC dapat memengaruhi reseptor kannabinoid yang terlibat dalam nafsu makan, memori, dan suasana hati, serta dipengaruhi oleh bagian korteks orbitofrontal di otak. Ini adalah beberapa efek negatif konsumsi mariyuana pada otak.

Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan manfaat dan efeknya saat mengonsumsi tanaman terlarang ini. Selain merugikan tubuh, Anda bisa ditangkap karena penyalahgunaan zat atau obat-obatan.

Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

Posting Komentar

0 Komentar