Gila Kiu - First Media merupakan salah satu penyedia layanan internet yang terkena dampak terganggunya Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Bangka-Batam-Singapura (SKKL B2JS) dan Jakarta-Kalimantan-Batam-Singapura (SKKL Jakabare).
Akibat dari masalah ini adalah kecepatan internet yang didapat pelanggan turun drastis sehingga koneksi menjadi tidak stabil dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengakses halaman tertentu.
Agar pelanggan dapat terus berselancar dengan nyaman, mereka telah menambahkan kapasitas bandwidth 200 Gbps. Langkah ini terbukti efektif, karena dalam waktu 24 jam semua pelanggan sudah bisa menikmati layanan internet kembali.
PT Link Net Tbk sebagai pemilik merek First Media menggunakan tiga sistem kabel bawah laut menuju Singapura, yaitu SKKL Jakabare milik PT Indosat Tbk, SKKL B2JS yang dioperasikan oleh PT Ketrosden Triasmitra, dan satu cadangan dari SKKL lainnya.
Penggunaan ketiga fasilitas tersebut merupakan bagian dari bisnis Link Net yang berkelanjutan, yang dipersiapkan setiap tahunnya untuk terus memberikan layanan internet yang optimal dan berkualitas.
“Gangguan yang dialami pelanggan kami disebabkan oleh faktor eksternal. Namun, upaya cepat kami untuk mengatasi efek gangguan tersebut berhasil. Kini, semua pelanggan kami bisa menikmati layanan internet normal kembali, "kata Chief of Technology and Product Officer Link Net, Edward Sanusi melalui keterangan resmi, dikutip Kamis, 8 April 2021.
Edward menjelaskan, awalnya Link Net masih bisa memenuhi kebutuhan pelanggan saat SKKL B2JS mengalami kendala. Namun kemudian terjadi penurunan tanah di kawasan Changi, Singapura sehingga menyebabkan SKKL di Jakabare terganggu.
Pakar manajemen krisis, Dr. Firsan Nova, mengatakan penting bagi setiap perusahaan untuk dapat mengelola risiko agar tidak terjadi krisis. Menurutnya, Link Net melakukan hal itu.
“Saya melihat Link Net memiliki kemampuan untuk mengatasi krisis ini, dalam waktu kurang dari 1x24 jam masalah gangguan kabel bawah laut sudah bisa teratasi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan stakeholders,” ujarnya.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online


0 Komentar