Gila Kiu - Setiap orang pasti pernah merasa cemas pada suatu saat, dan hal ini wajar terjadi, apalagi jika kamu sedang dalam masalah. Namun hati-hati jika kecemasan muncul secara berlebihan atau sering. Bisa jadi itu adalah gejala dari gangguan kecemasan.
Kecemasan adalah perasaan gugup atau gelisah. Biasanya orang akan mengalaminya saat menghadapi situasi tertentu, misalnya sebelum wawancara kerja, sebelum ujian, saat harus mengambil keputusan penting, atau saat menunggu hasil pemeriksaan dokter.
Kecemasan adalah reaksi alami tubuh terhadap stres, yang sebenarnya membantu kita untuk lebih berhati-hati dan waspada. Namun, kecemasan bisa menjadi tidak sehat jika muncul secara berlebihan, sulit dikendalikan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dikenal sebagai gangguan kecemasan.
Penyebab Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang serius. Kondisi ini bisa disebabkan oleh masalah pada fungsi otak yang mengatur rasa takut dan emosi.
Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami gangguan kecemasan, yaitu:
Pengalaman negatif yang menyebabkan stres atau trauma psikologis.
Keturunan.
Gangguan kepribadian.
Masalah hidup yang besar, seperti quarter life crisis.
Efek samping obat atau zat tertentu, termasuk kafein dan obat-obatan.
Penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung dan penyakit tiroid.
Kenali Gejalanya dan Cara Mengatasinya
Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, yaitu gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, dan gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD). Gejala dan pengobatan gangguan kecemasan juga bervariasi, tergantung jenisnya.
1. Gangguan panik
Orang dengan gangguan panik akan mengalami serangan panik atau kecemasan yang berlebihan secara tiba-tiba dan berulang-ulang, tanpa alasan yang jelas. Frekuensi dan tingkat keparahannya juga bervariasi. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul saat mengalami gangguan panik:
Berkeringat
Palpitasi (berdebar-debar)
Merasa seperti tersedak atau sesak di dada
Nyeri dada
Berasa kena serangan jantung
Ketakutan
Goyah
Merasa seperti tidak berdaya
Seseorang dengan kondisi ini merasa akan diserang kapan saja dan di mana saja. Gangguan panik biasanya berlangsung kurang dari 10 menit, tetapi beberapa dapat bertahan hingga satu jam atau lebih.
Jika kamu mengalami gejala seperti jantung berdebar atau nyeri dada saat serangan panik, kamu disarankan untuk duduk dan memejamkan mata. Kemudian tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan buang napas melalui mulut. Ulangi beberapa kali sampai kamu merasa lebih tenang.
Jika itu tidak berhasil, segera temui dokter atau psikolog. Pengobatan yang diberikan dokter untuk mengatasi gangguan panik dapat berupa pereda kecemasan dan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif.
2. Gangguan kecemasan sosial
Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial adalah perasaan kecemasan atau ketakutan yang ekstrim terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain, baik sebelum, sesudah, atau saat berada dalam situasi tersebut.
Orang dengan gangguan kecemasan sosial akan takut untuk mengatakan atau melakukan sesuatu di depan orang lain atau di tempat umum, karena mereka pikir itu akan mempermalukan mereka.
Beberapa gejala gangguan kecemasan sosial adalah:
Ketakutan atau keengganan untuk berinteraksi dan menyapa orang lain, terutama orang asing.
Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.
Hindari melakukan kontak mata dengan orang lain.
Takut dikritik atau dinilai oleh orang lain.
Malu atau takut pergi ke luar atau di tempat umum.
Gangguan kecemasan sosial berbeda dari rasa malu biasa. Orang yang pemalu pada umumnya masih dapat berinteraksi sosial atau berkomunikasi dan melakukan aktivitas sehari-hari, meskipun mereka mungkin merasa malu jika harus menyapa atau berkenalan dengan orang lain.
Jika rasa malu atau takut berinteraksi dengan orang lain dirasakan sangat ekstrim sehingga menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi, maka kondisi ini memerlukan bantuan medis dari psikiater atau psikolog.
Pengobatan gangguan kecemasan sosial mungkin termasuk mengambil penghilang kecemasan dan antidepresan, serta terapi perilaku kognitif sebagai bagian dari psikoterapi.
3. Gangguan kecemasan umum (GAD)
Jenis gangguan kecemasan ini membuat penderitanya merasakan kecemasan berlebihan yang berlangsung lama, biasanya hingga lebih dari 6 bulan. Penderita GAD akan sangat khawatir dan banyak berpikir (overthinking). Hal yang perlu dipikirkan bisa bermacam-macam, seperti keuangan, kesehatan, hipokondria, atau pekerjaan.
Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum biasanya tidak bisa fokus pada apa pun, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa merasa santai. Dalam beberapa kasus, kecemasan ini bisa sangat parah sehingga menyebabkan depresi.
Berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin dialami orang dengan gangguan kecemasan umum:
Gemetar dan keringat dingin berkeringat
Otot-otot tegang
Pusing dan sakit kepala
Gampang marah
Insomnia
Dada berdebar-debar
Sering merasa lelah
Sesak napas
Merasa sering ingin buang air kecil
Tidak nafsu makan
Terkadang, orang dengan gangguan kecemasan dapat menyembunyikan perasaan dan gejala mereka dan tampak baik-baik saja. Kondisi ini disebut duck syndrome.
Pengobatan untuk gangguan kecemasan umum dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu melalui psikoterapi dan pemberian obat psikotropika atau sedatif.


0 Komentar